MANDALAWANGI - PANGRANGO
Senja ini, ketika matahari turun kedalam jurang2mu
aku datang kembali
kedalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu
walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
dan aku terima kau dalam keberadaanmu
seperti kau terima daku
aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
hutanmu adalah misteri segala
cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta
malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi Kau datang kembali
Dan bicara padaku tentang kehampaan semua
"hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya "tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar
'terimalah dan hadapilah
dan antara ransel2 kosong dan api unggun yang membara
aku terima ini semua
melampaui batas2 hutanmu, melampaui batas2 jurangmu
aku cinta padamu Pangrango
karena aku cinta pada keberanian hidup
Jakarta 19-7-1966
Minggu, 18 April 2010
puisi Soe Hok Gie
Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekah.
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza.
Tapi, aku ingin habiskan waktuku di sisimu, sayangku.
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
Atau tentang bunga-bunga yang
manis di lembah Mendalawangi.
Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danang.
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra.
Tapi aku ingin mati di sisimu, manisku.
Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya.
Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu.
Mari sini, sayangku.
Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku.
Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung.
Kita tak pernah menanamkan apa-apa,
kita takkan pernah kehilangan apa-apa.
(CSD, Selasa, 11 November 1969)
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza.
Tapi, aku ingin habiskan waktuku di sisimu, sayangku.
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
Atau tentang bunga-bunga yang
manis di lembah Mendalawangi.
Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danang.
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra.
Tapi aku ingin mati di sisimu, manisku.
Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya.
Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu.
Mari sini, sayangku.
Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku.
Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung.
Kita tak pernah menanamkan apa-apa,
kita takkan pernah kehilangan apa-apa.
(CSD, Selasa, 11 November 1969)
Senin, 22 Februari 2010
Menyikapi Keadaan Kita Saat Ini
Mungkin ada banyak pertanyaan yang timbul dari diri kita .
Coba renungkan sejenak.
apakah akan timbul pertanyaan seperti ini?
Apakah kita tahu keadaan diri kita saat ini seperti apa???
dan, Seperti apakah kita saat ini ??
Pastinya banyak yang akan merasa bingung tentang keadaan kita sendiri,. Hal ini menunjukkan ketidaktahuan kita akan diri sendiri.
Apa anda termasuk orang yang mengerti atau tidak tentang diri sendiri.
Mari saat ini kita mencoba untuk tahu akan diri kita sendiri.
Mengevaluasi diri setelah melakukan sesuatu. itu akan dapat membantu kita dalam lebih mengerti tentang keadaan dan kondisi kita sekarang.
...adull.....
Coba renungkan sejenak.
apakah akan timbul pertanyaan seperti ini?
Apakah kita tahu keadaan diri kita saat ini seperti apa???
dan, Seperti apakah kita saat ini ??
Pastinya banyak yang akan merasa bingung tentang keadaan kita sendiri,. Hal ini menunjukkan ketidaktahuan kita akan diri sendiri.
Apa anda termasuk orang yang mengerti atau tidak tentang diri sendiri.
Mari saat ini kita mencoba untuk tahu akan diri kita sendiri.
Mengevaluasi diri setelah melakukan sesuatu. itu akan dapat membantu kita dalam lebih mengerti tentang keadaan dan kondisi kita sekarang.
...adull.....
Senin, 15 Februari 2010
Langganan:
Postingan (Atom)

